Kamis, 17 Oktober 2019

Yani Pandapotan Situmorang, Mewujudkan Ambisi di Royal Golden Eagle


Sumber: asianagri.com

Sebagai sebuah grup bisnis berkelas internasional, Royal Golden Eagle memiliki standar kerja yang tinggi. Tidak mempermasalahkan perbedaan gender juga menjadi nilai yang tertanam di perusahaan. Hal tersebut bisa dilihat di semua unit bisnis RGE. Bahkan di perusahaan yang bergerak di industri sawit seperti Asian Agri, nilai tersebut juga selalu menjadi pegangan.

Kisah Srikandi Royal Golden Eagle yang bekerja di industri sawit tidak terbatas pada satu atau dua cerita saja. Cukup banyak wanita yang bekerja di perusahaan Sukanto Tanoto, bahkan tidak sedikit yang bekerja di lapangan. Yani Pandapotan Situmorang adalah salah satunya. Meski keberadaan wanita di industri sawit masih dipandang sebagai hal yang tidak biasa, Yani sukses mematahkan stigma tersebut.

Satu-Satunya Asisten Afdeling Wanita di Timnya

Yani Pandapotan Situmorang bekerja sebagai asisten afdeling di PT Asian Agri. Sebagai asisten afdeling, ia bertanggung jawab dalam mewujudkan kondisi kerja yang aman dan nyaman. Meminimalisir kecelakaan kerja adalah tujuan utamanya. Demi memenuhi tujuan tersebut, Yani pun harus berkoordinasi dengan banyak mandor dan pekerja.

Yani diberi tanggung jawab atas 23 blok perkebunan kelapa sawit dengan luas 688 hektar bersama dengan 4 asisten afdeling lainnya. Namun meski menjadi satu-satunya asisten afdeling dalam timnya, Yani tidak merasa canggung sama sekali. Bahkan ia merasa cukup nyaman bekerja di salah satu unit bisnis Royal Golden Eagle tersebut.

Bekerja di industri sawit bukanlah hal yang mudah bagi wanita. Yani Pandapotan Situmorang benar-benar merasakan hal tersebut. Hari-harinya banyak dihabiskan di perkebunan. Menempuh perjalanan dengan kondisi jalan yang cukup sulit sudah menjadi hal yang biasa baginya.

Meski kerap dihadapkan dengan medan yang berat, hal tersebut tidak lantas membuat Yani patah arang. Ia bahkan selalu bekerja dengan sepenuh hati.

Bekerja dari Pagi-Pagi Buta

Aktivitas kerja di perkebunan dimulai lebih dini dibandingkan dengan aktivitas kerja pada umumnya. Sejak pukul 05.20, aktivitas kerja di Asian Agri sudah dimulai dengan apel pagi. Agenda ini dilaksanakan oleh salah satu unit bisnis Royal Golden Eagle untuk memberi motivasi dan arahan kepada mandor dan pekerja. Aktivitas ini pun dilanjutkan dengan mendata jumlah pekerja dan menentukan target minimal produksi.

Segala persiapan dilakukan untuk mencapai target yang telah ditentukan. Mulai dari persiapan alat hingga transportasi, semua itu menjadi tanggung jawab asisten afdeling seperti Yani.
Observasi kinerja mandor dan pekerja juga dilakukan Yani. Tidak jarang, ia harus melakukannya secara diam-diam. Melakukan observasi secara terang-terangan hingga terbaca oleh pekerja adalah hal tabu bagi Asisten Afdeling seperti Yani.

Untuk melakukan observasi, Yani harus menjangkau setiap tempat yang berada dalam cakupan kerjanya secara langsung. Hal ini tidak mungkin bisa dilakukan tanpa kekuatan fisik dan stamina yang tangguh. 

Setelah melakukan observasi di siang hari, Yani juga masih harus melakukan evaluasi di sore harinya. Menjalani hari-hari seperti ini memang bukan perkara mudah bagi seorang wanita seperti Yani. Meski demikian, ia mampu menjalaninya bahkan tetap bertahan di salah satu unit bisnis Royal Golden Eagle tersebut selama 8 tahun.

Meski menjadi satu-satunya wanita dalam timnya, Yani tidak merasa ada diskriminasi di Royal Golden Eagle, khususnya di Asian Agri. Teman-teman kerjanya mudah diajak kerja sama dan berdiskusi. Ia pun merasa nyaman bekerja di Asian Agri. Meski jauh dari keluarga dan harus bekerja di medan yang cukup berat, Yani selalu bekerja keras bahkan pernah berpartisipasi dalam Asian Agri Innovation Award (AAIA) 2013.


EmoticonEmoticon