Sabtu, 20 Juli 2019

Tips Cermat Memilih Alat Pompa ASI dan Kenali Jenis-Jenisnya

sumber : Shopee.co.id



Sutera Blogger - Tak ada yang lebih membahagiakan bagi seorang ibu selain melihat bayinya terlahir dalam keadaan sehat. Ketika bayi lahir, maka ASI (air susu ibu) akan menjadi makanan sekaligus minuman utama si kecil yang sedang berada dalam tahap awal kehidupan. Namun terkadang ibu mengalami kendala ketika ingin menyusui bayinya, misalnya ASI yang susah keluar. Di sisi lain, ada pula ibu yang susunya terlalu melimpah sehingga harus ditampung di botol atau wadah untuk diberikan pada sang bayi di lain waktu. Lalu bagaimana solusinya?

Pompa ASI jawabannya. Alat perah asi ini tentu sudah tak asing bagi ibu muda dan ibu menyusui. Pompa ASI dijual di mana-mana dengan berbagai spesifikasi. Namun secara umum pompa ASI terdiri atas dua macam, yaitu pompa manual dan elektrik.

Pompa Asi Manual

sumber : hallosehat.com


Pompa ASI manual, sesuai namanya, bisa dioperasikan dengan tangan. Alatnya kecil, ringan, dan simpel, cukup ditempelkan pada payudara dan ibu bisa mulai memompa susunya yang kemudian akan dialirkan pada botol di bagian bawah. Pompa ASI manual sendiri punya beberapa jenis, ada yang dioperasikan dengan handle, tuas, dan piston (seperti alat penyuntik).

Pompa ASI manual memiliki beberapa keunggulan, antara lain harganya yang murah, mudah digunakan, mudah dibersihkan, mudah dibawa ke mana-mana, dan tidak menimbulkan suara bising. Selain itu, banyak ibu melaporkan bahwa pompa ASI manual nyaman digunakan karena menyerupai isapan bayi saat menyusui.

Kekurangan pompa ASI manual tentu saja adalah bisa membuat pegal tangan orang yang memompa. Selain itu, proses pemompaan susu pun menjadi lebih lambat dan ritmenya menjadi tidak teratur.
Pompa Asi Elektrik
 
sumber : Kumparan

Jenis kedua adalah pompa ASI elektrik. Alat ini jauh lebih praktis dan mudah penggunaannya. Ibu tidak akan merasa pegal memompa payudaranya karena alat ini akan melakukan tugas itu dengan mesin. Beberapa fitur ASI elektrik adalah pompa ganda di mana alat ini akan memompa kedua payudara ibu dalam sekali waktu sehingga sangat menghemat tenaga dan waktu. Ibu juga bisa mengatur isapan pompa agar menyerupai isapan bayi dan mengatur jumlah isapannya per menit.

Semua keunggulan itu bisa didapatkan dengan merogoh kocek yang agak dalam. Di samping itu, pompa ASI elektrik cenderung mengeluarkan suara agak bising ketika digunakan. Kekurangan lainnya, alat ini agak sulit dibersihkan dan lebih sulit untuk dibawa ke mana-mana.
Nah, jika ibu ingin membeli pompa ASI manual, perhatikan beberapa hal berikut. Pertama, pilihlah plastik berkode BPA Free yang aman, baik botol maupun bagian pompa lainnya. Kedua, pilihlah desain yang simpel dan ringan serta memiliki saluran yang pendek agar lebih mudah dibersihkan. Dan ketiga, pilihlah yang memiliki tuas yang mudah digunakan dan punya spare part cadangan.

Baca juga : Penanganan Alergi Anak Pada Susu Sapi
Jika pilihan ibu jatuh pada pompa ASI elektrik, maka hal yang harus diperhatikan adalah jenisnya, apakah itu single pump, double pumps, atau double simultaneous pumps, pilihlah sesuai kebutuhan. Pilih juga pompa yang dapat diatur kekuatan hisapannya dan memiliki bahan yang nyaman. Daya pompa ASI juga harus diperiksa, sebaiknya pilih pompa yang bisa menggunakan baterai sekaligus listrik. Dan satu lagi, jangan memilih alat yang terlalu besar dan ribet pemakaiannya.
Nah, sekarang tinggal ibu sendiri yang memutuskan pompa jenis apa yang ingin dipakai. Bila ingin yang murah, praktis, tapi agak melelahkan, pilih yang manual. Sebaiknya jika ingin yang mudah, cepat, dan tidak melelahkan namun mahal, pilih yang elektrik. Kedua tipe ini sama bagusnya.




EmoticonEmoticon