Kamis, 21 Februari 2019

Kenali Lebih Dekat Adat Istiadat Unik Kaya akan Makna di Bandung

Selain terkenal karena tempat wisatanya, Bandung juga memiliki adat istiadat unik yang kaya akan nilai-nilai tradisi Indonesia. Berbagai ritual adat masih terpelihara dengan baik oleh masyarakat Bandung. Jika Anda ke Bandung, jangan lewatkan kesempatan untuk melihat lebih dekat keunikan prosesi adat istiadat.

Tingkeban, Upacara Selamatan 7 Bulan untuk Wanita Hamil

Pernah mendengar upacara Tingkeban? Tingkeban merupakan acara selamatan untuk wanita hamil yang kandungannya berusia 7 bulan. Upacara khas tradisional Sunda ini masih banyak dilakukan oleh masyarakat Sunda di Kota Bandung. Tujuan dari upacara tersebut adalah mendoakan agar sang ibu dan anak yang dikandung selamat hingga saat melahirkan tiba. Makna lainnya, sang suami tidak diperbolehkan untuk bercampur dengan sang ibu sampai tiba masa kelahiran.

Tembuni, Tradisi Mengubur Tembuni Bayi

Tembuni merupakan tradisi adat khas Sunda berupa mengubur tembuni bayi yang baru lahir. Makna diselenggarakan upacara adat Tembuni adalah agar anak yang telah dilahirkan bisa tumbuh dengan baik dan bahagia dan terhindar dari kemalangan di masa yang akan datang. Oleh karena itu, tembuni harus dijaga dan dirawat dengan baik. Keunikan dari tradisi ini adalah tembuni bayi dimasukkan ke dalam kain putih dan dicampur dengan asam, gula merah, serta garam, lalu dikuburkan ke dalam tanah di halaman rumah sang ibu yang telah melahirkan.

Nurunkeun, Upacara Tradisional untuk Bayi Berumur 7 Hari

Upacara adat lain yang masih dilakukan di Bandung adalah Nurunkeun. Filosofinya adalah bayi yang telah lahir harus diajak keluar dari rumah untuk mengenal lingkungan sekitar. Diselenggarakan saat bayi berumur 7 hari, keunikan prosesi ini dapat dilihat dari banyaknya mainan yang digantungkan di atas pohon yang dibuat oleh pihak keluarga. Mainan-mainan yang digantung akan diperebutkan oleh anak-anak kecil yang ada di sekitar lingkungan.

Nenjrag Bumi, Tradisi untuk Bayi agar Tidak Mudah Takut

Nenjrag Bumi merupakan tradisi khas Sunda yang  lazim ditemukan di Bandung. Nenjrag Bumi memiliki makna agar sang bayi tidak mudah takut atau mudah kaget. Prosesi ini dimulai dengan meletakkan bayi di atas lantai yang terbuat dari belahan bambu. Lalu, lantai bambu diinjak dan dientak-entakkan sebanyak tujuh kali.  Tujuh entak dimaksudkan sebagai terapi agar sang bayi menjadi pemberani dan tidak gampang kaget.

Turun Taneuh, Tradisi saat Bayi Menginjak Tanah Pertama Kali

Tradisi Turun Taneuh sering diadakan oleh keluarga-keluarga di Bandung saat sang bayi  akan meletakkan kaki ke tanah pertama kali. Dalam prosesi ini, orang tua sang bayi harus menyiapkan barang-barang seperti uang, emas, padi, atau barang-barang lain, dan sang bayi akan memilih salah satu dari barang tersebut. Barang yang dipilih oleh si bayi menjadi simbol masa depan yang akan dimilikinya.

Sepitan, Tradisi Sunatan dari Turun-temurun

Sepitan atau Sunatan merupakan tradisi turun-temurun di Bandung yang masih terjaga sampai saat ini. Sepitan merupakan prosesi pembersihan alat kelamin pada anak perempuan saat masih bayi, sedangkan sunatan merupakan prosesi pembersihan alat kelamin  pada anak laki-laki ketika akan akil balig.

Ternyata unik sekali bukan, adat istiadat di Bandung? Jika ingin menyaksikan sendiri keunikan berbagai adat tradisi sekaligus liburan ke tempat wisata di Bandung, Anda bisa melakukan booking hotel murah di Bandung melalui Airy Rooms. Hotel di Airy Rooms memiliki 7 jaminan fasilitas kelengkapan dan harga yang terjangkau. Untuk akses yang mudah, Anda bisa langsung unduh dan install Airy App di Google Play Store atau App Store. Anda juga bisa langsung mengunjungi situs web www.airyrooms.com untuk informasi lebih detail atau telepon ke Customer Care Airy di 0804 111 2479.
 


EmoticonEmoticon